Menurut Kantor Berita ABNA,Hal itu disampaikan Araghchi usai menghadiri pertemuan putaran keempat Komisi Bersama JCPOA di Wina, Austria, Jumat (7/5/2021) seperti dilansir IRNA.
"Kabar yang datang dari AS adalah bahwa mereka juga serius untuk kembali ke JCPOA dan mereka telah menyatakan kesiapan untuk mencabut sebagian besar sanksi," ujarnya.
Tentu saja, lanjut Araghchi, ini belum cukup dalam pandangan kami dan itulah sebabnya perundingan akan dilanjutkan sampai Iran mencapai semua tuntutannya dalam hal ini.
"Kami cukup serius untuk kembali pada komitmen JCPOA secara penuh jika tuntutan Republik Islam dipenuhi," tegasnya.
Soal kehadiran dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina, pejabat Iran ini menuturkan IAEA adalah pakar di bidang teknis dan pendapatnya dapat membantu menyelesaikan beberapa kesalahpahaman dan masalah. Oleh karena itu, konsultasi yang melibatkan IAEA secara alami dilakukan oleh semua pihak.
Putaran keempat pertemuan Komisi Bersama JCPOA berakhir pada hari Jumat dan diputuskan bahwa kelompok kerja akan segera melanjutkan penyusunan draf kesepakatan. (RM)
342/